Lewati ke konten utama
WaniTekno
Aktivitas Anak

Latihan Menggunting untuk Anak: Urutan dari Termudah

Oleh Tim WaniTekno · 4 Agustus 2026

Anak usia dini sedang belajar menggunting garis lurus pada lembar kertas di meja

Mengapa Latihan Menggunting Sering Berakhir Frustrasi

Mengajarkan anak menggunting sering kali tampak mudah di atas kertas. Namun saat praktik di kelas atau meja belajar rumah, kenyataan sering tidak sesuai harapan. Kertas justru terlipat di selipan bilah gunting. Kertas terlipat lagi. Jari anak tersangkut. Kertas robek berantakan. Anak langsung menyerah. Mereka melempar gunting ke lantai.

Ini masalah umum. Guru PAUD dan orang tua sering mendapati situasi ini. Kesalahan utama bukan terletak pada kemauan anak. Pemberian tugas kerap melompati tahapan perkembangan otot tangan. Anak yang belum menguasai potong tunggal langsung diberi lembar kerja memotong lingkaran atau gambar heksagon rumit.

Gunting adalah alat mekanis pertama yang membutuhkan koordinasi bilateral tubuh tingkat tinggi. Satu tangan membuka dan menutup bilah. Tangan lainnya menahan dan memutar lembar kerja. Pekerjaan ini butuh koordinasi. Tanpa tahap yang terstruktur, latihan ini hanya memicu kelelahan fisik. Melalui koleksi lembar kerja WaniTekno, proses latihan dapat dibangun secara bertahap dan terukur.

Tahap 1: Potong Tunggal dan Garis Lurus Short-Snip

Jangan langsung memberi kertas lebar dengan garis panjang. Mulailah dari potong tunggal. Tahap pertama fokus pada gerakan membuka dan menutup engsel gunting.

Anak usia 3 hingga 4 tahun membutuhkan pencapaian cepat. Berikan strip kertas sempit berukuran lebar 1 hingga 2 sentimeter. Anak hanya perlu menggunting sekali (one-click snip) untuk memotong strip tersebut menjadi dua bagian.

Cara Pelaksanaan

Gunakan sisa kertas HVS tebal atau kertas sedotan. Gambar garis lurus pendek pemisah. Minta anak memotong tepat pada garis tersebut dalam sekali jepitan gunting. Kumpulkan potongan kertas kecil untuk kegiatan menempel.

Mengapa Tahap Ini Penting

Gerakan memotong sekali membangun memori otot (muscle memory) jemari tanpa menuntut kontrol arah yang rumit. Anak merasakan kepuasan instan karena berhasil memotong kertas tanpa hambatan.

Sumber: Direktorat PAUD Kemendikdasmen - Perkembangan Tahapan Motorik Halus Anak Usia Dini, diakses 2026-08-04.

Pratinjau paket 15 Lembar Kelompokkan Benda Di Sekitar Kita — TK Gratis PDF
Lembar Kerja

15 Lembar Kelompokkan Benda Di Sekitar Kita — TK Gratis PDF

TK15 lembar, gratis PDF

Setelah anak lancar menggunting strip sempit, tingkatkan panjang garis lurus hingga 5 sentimeter. Kertas tetap dipertahankan agak kaku.

Tahap 2: Garis Lurus Panjang dan Jalur Zigzag

Setelah anak memahami dorongan bilah, masuk ke tahap pengguntingan beruntun (continuous cutting).

Melanjutkan Garis Lurus Panjang

Garis lurus sepanjang 10 sampai 15 sentimeter menuntut anak membuka bilah gunting kembali setelah jepitan pertama tanpa melepas pegangan. Banyak anak berhenti di tengah karena bingung cara menggeser posisi bilah ke depan.

Latih anak menggeser gunting maju setelah setiap jepitan. Berikan petunjuk visual berupa titik-titik henti jika anak cenderung memotong melenceng jauh dari alur.

Transisi ke Garis Zigzag

Garis zigzag mengenalkan konsep perubahan sudut. Anak memotong garis lurus sampai titik sudut, menghentikan jepitan gunting, lalu memutar posisi kertas sebelum melanjutkan potong berikutnya.

Kesalahan yang sering terjadi: anak memutar engsel gunting, bukan memutar kertas. Tangan non-dominan bertugas memutar kertas. Tekankan bahwa tangan gunting tetap stabil mengarah ke depan.

Pratinjau paket 13 Lembar Tracing Alfabet A-M — PAUD Gratis PDF
Lembar Kerja

13 Lembar Tracing Alfabet A-M — PAUD Gratis PDF

PAUD13 lembar, gratis PDF

Tahap 3: Garis Lengkung dan Gelombang

Garis lengkung jauh lebih menantang daripada garis lurus atau zigzag sudut tegas. Garis lengkung menuntut gerakan memutar kertas yang halus dan berkelanjutan bersamaan dengan ketukan jepitan gunting.

Mengendalikan Belokan Lembut

Mulailah dengan gelombang dangkal bergelombang lebar. Jangan berikan lengkungan tajam atau lingkaran penuh di awal tahap ini.

Anak harus belajar menyinkronkan kecepatan jepitan jari kanan dengan putaran perlahan ibu jari kiri pada kertas. Jika jepitan terlalu cepat, kertas akan terpotong menyilang. Jika kertas diputar terlalu cepat, bilah gunting akan tersangkut.

Mengapa Lengkungan Sering Gagal

Gagal di tahap ini umumnya disebabkan oleh posisi siku yang terangkat. Siku melayang membuat tangan kanan kehilangan stabilitas. Tangan kanan ikut memutar, sehingga bilah gunting miring dan memelintir serat kertas.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Mengasah Keterampilan Motorik Halus Melalui Aktivitas Rumah, diakses 2026-08-04.

Tahap 4: Bentuk Geometri dan Pola Gambar Kompleks

Tahap akhir adalah menggunting bentuk tertutup seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan pola gambar tokoh atau hewan.

Bentuk Bergaris Tegas (Persegi dan Segitiga)

Persegi dan segitiga menggabungkan keterampilan garis lurus dan pemutaran sudut tajam. Anak memotong satu sisi lurus hingga ke pojok, berhenti, memutar kertas 90 derajat, lalu melanjutkan pemotongan sisi berikutnya.

Bentuk Melingkar dan Pola Organik

Menggunting lingkaran penuh menuntut pemutaran kertas tanpa henti. Ini adalah puncak koordinasi motorik halus sebelum anak masuk sekolah dasar.

Setelah lingkaran dikuasai, berikan lembar menggunting pola gambar berlekuk pendek seperti daun, bintang, atau karakter kartun. Hasilnya akan jauh lebih rapi.

Pratinjau paket 17 Lembar Menghitung Benda Berhitung — TK Gratis PDF
Lembar Kerja

17 Lembar Menghitung Benda Berhitung — TK Gratis PDF

TK17 lembar, gratis PDF

Alat dan Media: Memilih Gunting serta Kertas yang Tepat

Pilih alat yang tepat. Banyak kegagalan latihan menggunting berasal dari pemilihan alat yang keliru di awal.

Gunting Aman yang Benar-Benar Memotong

Gunting plastik tumpul tanpa bilah logam sering dijual sebagai gunting aman anak. Alat ini justru merusak proses belajar. Gunting plastik sering meremukkan kertas. Kertas tidak terpotong, melainkan terlipat di antara dua bilahnya. Anak frustrasi.

Pilihlah gunting anak berbahan logam stainless dengan syarat utama berikut:

  • Ujung bilah membulat tumpul untuk keamanan mata dan kulit.
  • Ukuran lubang gagang sesuai pas dengan jemari anak usia dini.
  • Memiliki fitur pegas pembantu (spring-assisted) jika jemari anak masih sangat lemah. Pegas ini otomatis membuka bilah gunting setelah dijepit.

Kertas yang Tidak Terlalu Tipis

Jangan gunakan kertas HVS 60 gsm atau kertas koran tipis untuk pemula. Kertas tipis tidak memiliki ketegaran struktur saat ditahan dengan satu tangan. Kertas akan melengkung lemas dan terjepit di selah bilah.

Kertas tebal memberi tahanan alami. Gunakan kertas dengan ketebalan sedang hingga kaku:

  • Kertas HVS 80 gsm hingga 100 gsm.
  • Kertas manila atau kertas konstruksi warna-warni.
  • Kartu stok ringan atau sisa kemasan serbuan tipis.

Posisi Tangan dan Teknik Pendampingan

Postur tubuh menentukan keberhasilan menggunting secara ergonomis.

Posisi Jempol Mengarah ke Atas (Thumb-Up)

Jempol harus mengarah ke atas. Aturan utama dalam memegang gunting: jempol selalu berada di lubang atas dan mengarah ke langit-langit. Dua atau tiga jari lainnya (jari tengah dan manis) masuk ke lubang bawah.

Petunjuk visual sederhana: gambarkan mata senyum dengan spidol di atas kuku jempol anak. Katakan kepada anak bahwa mata senyum di jempol harus selalu menatap wajah mereka saat menggunting.

Posisi Siku Menempel Tubuh

Siku harus menempel rapat. Siku tangan yang memegang gunting harus tetap menempel di samping rusuk tubuh. Jangan biarkan siku mengepak ke atas. Siku yang terkunci rapat menjaga bidang potong tetap tegak lurus terhadap permukaan kertas.

Peran Tangan Non-Dominan

Tangan yang tidak memegang gunting bukan tangan pasif. Tangan ini memegang bagian bawah kertas, menjaga ketegangan kertas, dan memutar kertas sesuai alur garis.

Jarak pegangan tangan non-dominan dari bilah gunting idealnya berkisar 3 hingga 5 sentimeter. Jika terlalu dekat, jari berisiko tergunting. Jika terlalu jauh, kertas akan meliuk saat dipotong.

Jika Anak Menyerah atau Kertas Selalu Terlipat

Praktik ini butuh kesabaran. Setiap anak punya kecepatan berbeda. Bahkan dengan panduan terbaik, kendala di lapangan tetap bisa muncul.

Jika kertas selalu terlipat di selah bilah:

  • Periksa kekencangan baut engsel gunting. Jika engsel longgar, dua bilah akan renggang saat dijepit.
  • Ganti kertas ke gramatur yang lebih tebal.
  • Pastikan anak tidak memiringkan engsel gunting saat memotong.

Jika anak cepat lelah atau menangis:

  • Jangan terburu-buru.
  • Turunkan tingkat kesulitan kembali ke Tahap 1.
  • Batasi durasi latihan maksimal 5 hingga 10 menit per sesi.
  • Berikan jeda latihan remas adonan mainan (playdough) untuk memperkuat otot intrinsik telapak tangan.

Hentikan kegiatan jika anak lelah. Latihan menggunting tidak boleh dipaksakan hingga tangan anak gemetar. Hentikan kegiatan sebelum rasa lelah berubah menjadi kekesalan.

Ringkasan Urutan Latihan Menggunting Anak

Tabel panduan cepat untuk merencanakan tahapan latihan menggunting berdasarkan kemampuan anak:

Tahap Jenis Garis / Pola Target Keterampilan Media Kertas Ideal Durasi Sesi
1 Potong Tunggal (Snip) Jepitan tunggal, kontrol engsel dasar Strip kertas tebal 2 cm 5 menit
2 Garis Lurus & Zigzag Pemotongan beruntun, rotasi sudut HVS 80 gsm, kertas manila 8-10 menit
3 Lengkung & Gelombang Sinkronisasi jepitan & putaran kertas Kertas konstruksi tebal 10 menit
4 Bentuk Geometri & Gambar Pengguntingan bentuk tertutup presisi Lembar kerja bergambar 10-15 menit

Keberhasilan anak menguasai keterampilan menggunting bergantung pada kesabaran mengikuti tahapan perkembangan alami otot tangan. Mulailah dari strip sempit hari ini.

Artikel Terkait

Iklan